Jakarta – Metro Group kini sedang mengurus perizinan dan semua persyaratan untuk membuka gerai pertamanya di Indonesia. Rencananya, Metro Group ingin menghadirkan 20 gerai METRO Cash & Carry di Indonesia dalam jangka menengah.
Menurut Eckhard Cordes, CEO Metro Group, jika semua persyaratan seperti perizinan dan semua lisensi yang diperlukan telah terpenuhi serta lokasi telah ditentukan dan jika lingkungan ekonomi secara keseluruhan di Asia tetap stabil, METRO Cash & Carry berniat mendirikan lebih dari 20 toko di Indonesia dalam jangka menengah.
Cordes menambahkan, Metro Group berharap bisa membuka toko pertamanya di Indonesia pada 2012. Indonesia akan menjadi negara ke-34 yang dihadiri Metro Group dan menjadi anggota ke-31 dalam portofolio internasional METRO Cash & Carry.
“Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang dan ekonomi yang tumbuh dengan cepat serta konsumsi domestik yang kuat, Indonesia menawarkan potensi kuat untuk bisnis swalayan grosir kami,” kata Frans WH Muller, anggota Dewan Manajemen METRO GROUP yang mengawasi METRO Cash & Carry di Asia, CIS dan pasar-pasar baru dalam siaran persnya, Selasa (22/3/2011).
Seperti diketahui, Metro Group telah mengumumkan rencananya untuk masuk ke pasar Indonesia. Perusahaan ritel grosir asal Jerman ini terkesan dengan prospek pengambilan langkah strategis yang signifikan di Indonesia yang mempunyai pertumbuhan cepat dan sekaligus mengonsolidasikan posisinya sebagai perusahaan internasional paling terkemuka di industri ini.
“Keputusan strategis untuk memasuki pasar yang menjanjikan ini secara efektif menunjukkan ambisi kami untuk membangun sebuah bisnis organik di Asia Tenggara pada umumnya,” imbuh Muller.
Metro Group adalah salah satu perusahaan ritel terbesar dan berskala internasional. Pada 2010, grup ini meraih penjualan sekitar 67 miliar euro. Perusahaan ini memiliki 290.000 karyawan tetap dan mengoperasikan lebih dari 2.100 toko di 33 negara.