Apr

20

Posted by : admin | On : April 20, 2011

MAKASSAR: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar akan mengevaluasi dampak kebijakan persaingan dalam industri ritel di Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Makassar Abdul Hakim Pasaribu mengatakan evaluasi dan kajian tersebut berdasarkan keluhan dari masyarakat sejak Desember 2010 lalu setelah menjamurnya minimarket di Makassar.

“Yang akan kita evaluasi dan kaji terutama soal ketentuan dan pengaturan lokasi minimarket seperti dalam Perda No 19 Tahun 2009, karena berpotensi mematikan usaha kecil lain saat jumlahnya semakin banyak,” papar Hakim, hari ini.

Continue Reading

Apr

20

Posted by : admin | On : April 20, 2011

Jakarta – Metro Group kini sedang mengurus perizinan dan semua persyaratan untuk membuka gerai pertamanya di Indonesia. Rencananya, Metro Group ingin menghadirkan 20 gerai METRO Cash & Carry di Indonesia dalam jangka menengah.

Menurut Eckhard Cordes, CEO Metro Group, jika semua persyaratan seperti perizinan dan semua lisensi yang diperlukan telah terpenuhi serta lokasi telah ditentukan dan jika lingkungan ekonomi secara keseluruhan di Asia tetap stabil, METRO Cash & Carry berniat mendirikan lebih dari 20 toko di Indonesia dalam jangka menengah.

Cordes menambahkan, Metro Group berharap bisa membuka toko pertamanya di Indonesia pada 2012. Indonesia akan menjadi negara ke-34 yang dihadiri Metro Group dan menjadi anggota ke-31 dalam portofolio internasional METRO Cash & Carry.

“Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang dan ekonomi yang tumbuh dengan cepat serta konsumsi domestik yang kuat, Indonesia menawarkan potensi kuat untuk bisnis swalayan grosir kami,” kata Frans WH Muller, anggota Dewan Manajemen METRO GROUP yang mengawasi METRO Cash & Carry di Asia, CIS dan pasar-pasar baru dalam siaran persnya, Selasa (22/3/2011).

Seperti diketahui, Metro Group telah mengumumkan rencananya untuk masuk ke pasar Indonesia. Perusahaan ritel grosir asal Jerman ini terkesan dengan prospek pengambilan langkah strategis yang signifikan di Indonesia yang mempunyai pertumbuhan cepat dan sekaligus mengonsolidasikan posisinya sebagai perusahaan internasional paling terkemuka di industri ini.

“Keputusan strategis untuk memasuki pasar yang menjanjikan ini secara efektif menunjukkan ambisi kami untuk membangun sebuah bisnis organik di Asia Tenggara pada umumnya,” imbuh Muller.

Metro Group adalah salah satu perusahaan ritel terbesar dan berskala internasional. Pada 2010, grup ini meraih penjualan sekitar 67 miliar euro. Perusahaan ini memiliki 290.000 karyawan tetap dan mengoperasikan lebih dari 2.100 toko di 33 negara.

Apr

20

Posted by : admin | On : April 20, 2011

Jakarta – Pusat belanja modern yaitu hipermarket dan minimarket terus ekspansif di 2011. Keduanya menjadi kontributor utama belanja ritel modern yang akan tumbuh mencapai Rp 134 triliun di tahun ini.

Demikian disampaikan Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudy Sumampouw kepada detikFinance, Minggu (10/4/2011).

Ia menerangkan, sepanjang tahun 2010 lalu nilai belanja ritel telah tumbuh 12-13% dibandingkan pencapaian sebelumnya Rp 100 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh daya beli masyarakat yang meningkat dan industri hipermarket yang semakin gencar membuka gerai.

Pertumbuhan Hipermarket diprediksi akan berlanjut sepanjang tahun ini, termasuk pertumbuhan minimarket yang juga menggurita hingga pelosok daerah.

“Kami ingin pertumbuhan akan lebih besar dari tahun lalu. Kami harapkan 15-20% dari sebelumnya,” ucap Rudy.

Dikatakannya pelaku industri ritel modern semakin gencar membuka gerai di berbagai daerah. Dua jenis toko moderen ini tidak lagi terfokus pada kota-kota besar.

“Pertumbuhan hipermarket lebih ke kota-kota besar, dan masyarakat cenderung memilih tempat belanja yang nyaman. Minimarket akan dipilih lokasi yang lebih kecil, dan masyarakat memilih berbelanja khususnya untuk barang-barang konsumsi,” tambahnya.

Rudy menambahkan dengan potensi bisnis yang terbuka, menjadi alasan banyak investor luar negeri yang melirik Indonesia. Dia menyebut, ada peritel modern yang sudah siap masuk Indonesia dan mengembangkan bisnis mereka.

Sayang Rudy belum mau menyebutkan peritel asing tersebut. “Kepastian (peritel modern) luar yang mau masuk, akan terlihat pada pertengahan tahun. Selama ia mengikuti aturan dan ketentuan yang ada, persaingan pasti akan terjadi,” tegasnya.

Sumber : Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.